Berikut ini saya postkan lokasi tempat saya bekerja sebagai salah satu karyawan yang berkecimpung di dunia pengeboran minyak, Lokasinya sendiri di Laut Natuna kepulauan Riau ladang minyak negara yang di kelola oleh Conoco Phillips. Proyek ini sendiri sudah berjalan selama hampir 6 tahun dan akan berakhir pada bulan Maret 2014 nanti.
Fleet yang kami gunakan adalah jenis barge semi tender seperti gambar di bawah ini.
| Rig West Berani saat di lokasi Conoco Phillips. Gambar diambil waktu senja hari. |
![]() |
| Rig West Berani saat difoto dari Helikopter |
Jumlah P.O.B ( Passengger On Board ) di fleet kami maximum 140 orang, jumlah yang masih sedikit di banding fleet Semi Sub atau Drill Ship.
![]() |
| Add caption |
![]() |
| Rig ini disebut semi sub dan sedang di gendong saat rig move |
Schedule kerja adalah 28/28. Artinya 28 hari Off, 28 hari On. Hal ini sedikit banyak mempengaruhi pola hidup saya keseharian dimana saya harus berpisah selama 28 hari dengan keluarga dan berkumpul selama 28 hari jika tiba masa Off. Menurut kamu apakah pola kerja seperti ini ideal atau tidak ?
Karena kebanyakan karyawan berdomisili di Jakarta maka untuk mencapai lokasi kerja kami harus di terbangkan dengan pesawat carteran oleh operator ladang dalam hal ini Conoco Phillips ke sebuah pulau yang bernama " Matak ".
| Aku dan beberapa teman sekerja berpose dulu sebelum menaiki pesawat |
Lama perjalanan dari Jakarta ( Halim Perdanakusuma ) ke pulau Matak di tempuh dengan waktu sekitar 2.5 jam. Berangkat sekitar jam 04.30 dini hari dan sampai sekitar jam 06.00 pagi.
| Didalam pesawat dilayani pramugari yang ramah. Kapasitas penumpang max 50 orang |
Setelah proses embargasi selesai maka kami akan di berikan boarding pass dan mengikuti safety briefing helikopter sebelum pergi ke lokasi kerja.
| Mengikuti induction sebelum bekerja |
Seperti inilah sebagian pulau Matak yang kami Singgahi. Nampak depan dari Messroom ( Galley )
| Depan galley..sering dilewati sejenis komodo yg merupakan hewan ciri khas pulau ini |
Setelah selesai menonton Video Safety Briefing Helikopter kemudian menunggu nama Call Sign Helikopter yang akan berangkat, Sementara menunggu teman teman pada nongrong dulu di luar Ruangan.
| BBMan dulu sebelum dipanggil ke helikopter. |
Kami memakai helikoter jenis Sikorsky S 76 C++ yang berpenumpang total 14 orang termasuk Pilot dan Co.Pilot. Lama perjalanan biasanya rentang waktu antara 20 sampai 25 menit. Tetapi ada juga Platform yang di tuju cukup jauh dan sudah berbatasan dengan Malaysia Seperti platform DPP.A LGP.
| Crew Helidek berpose sejenak bersama pilot diatas helidek. |
Seperti yang ceritakan tadi bahwa schedule kerja adalah 28/28 hari. Jadi kegiatan sehari hari adalah bekerja selama 24 jam dengan pembagian dua shift. satu shift bekerja selama 12 jam dengan dipotong waktu coffe time serta makan siang/malam selam 2 jam, sehingga efective waktu kerja adalah 10 jam. ( Bandingkan dengan waktu kerja di pabrik yang efektif hanya 7 jam di potong jam istirahat dan kebanyakan libur di hari Sabtu dan Minggu ). Sedangkan waktu kerja di Offshore tidak mengenal hari libur dan hari raya seperti di industri manufaktur yang selama ini kita kenal.sebab di dalam kontrak kerja Oil dan Gas telah jelas tertulis mengenai kesepakatan waktu kerja tersebut yang secara sadar dan tanpa unsur paksaan telah di setujui bersama secara tripartit. Itulah sebabnya waktu libur selama 28 hari di darat adalah benar benar waktu untuk istirahat dan untuk menebus waktu kerja selama 28 hari di lokasi kerja.
Tetapi walaupun pada hari raya seperti Natal dan Idul Fitri, semua karyawan tetap melakukan tugasnya masing masing, perayaan tersebut tetap dilakukan di atas kapal walupun secara sederhana.
![]() |
| Makan...makan....dan makan...!!! |
Maka tidaklah heran jika setiap tiba masa medical chek up bagi karyawan rata rata mengidap kolesterol tinggi...hehehehe... Memang rata rata menu makanan diatas rig itu selalu begitu, melimpah dan bahkan terkadang sampai berlebihan dan di buang begitu saj ke dalam bak sampah. ( Jadi teringat saudara saudara kita yang kekurangan makanan.) Jika seandainya bisa di salurkan kepada mereka daripada terbuang sia sia karena tidak habis dimakan, Makanan dan minuman disiapkan setiap 6 jam selama 24 jam dan jika tidak habis maka dibuang jadi makanan ikan di laut.
Rata rata sejak dahulu awal industri Oil dan Gas dimulai seluruh pekerja dari Pimpinan puncak sampai di bawah adalah di dominasi oleh laki laki, tetapi akhir akhir ini dunia kerja yang keras ini pun sudah mulai di masuki oleh kaum hawa.
![]() |
| Seperti inilah lay out drill pipe di lihat dari atas crane. |
Rata rata mereka adalah engineer dalam bidangnya dan di pekerjakan sebagai service company buat operator proyek ini. ( Percayakan anda bahwa cewe' ini pernah ke Rig kami ? )
![]() |
| Wanita tangguh seperti ini patut di tiru, namanya Ni Made Wilasari..Engineer Directional Driller. |
Banyak yang bilang bekerja diatas kapal khususnya di atas rig sangat susah dan berbahaya, Ada benarnya sih, sebab sebelum naik ke kapal aja harus terlebih dahulu punya sertifikat dasar seperti H.U.E.T, Sea survival, Emergency respon dan lain lain. Dan tentu saja harus lulus test kesehatan sesuai dengan standard yang di minta oleh pihak perusahaan, semua itu saling membutuhkan dan saling melengkapi, kalau tidak lulus test kesehatan maka semua sertifikat tidak ada gunanya dan sebaliknya, belum lagi bagi orang yang punya penyakit "home sick", penyakit yang membuat seseorang terlihat galau berat ketika tahu ada ditengah tengah laut tanpa ada daratan di sekitarnya tidak bisa pulang kerumah menengok anak istrinya sesuka hatinya. Saya sendiri pertamakali naik ke rig 15 tahun yang lalu juga begitu. Airmata sempat turun saat saya sadar saya sudah berada entah di dunia mana, yang terlihat hanya peralatan berat dan laut.teringat rumah dan ingin pulang...tapi apa daya, saya lihat teman teman lain yang sudah lama bekerja biasa biasa saja tanpa beban sehingga saya jadi malu untuk bersikap cengeng walaupun dalam hati berkata seperti ini " Ya Tuhan jika boleh saya dapat pekerjaan yang tidak seperti ini ya Tuhan, saya tidak sanggup berpisah dari keluarga ya Tuhan,..kirim aku balik lagi ya Tuhan.." Benar benar saat itu pergumulan yang sangat berat buat saya pribadi. Tetapi itu terjadi hanya beberapa hari saja, setelah bekerja bersama teman teman yang lain lambat laun perasaan cengeng itu menghilang dan di ganti dengan semangat untuk bekerja demi keluarga. Ya, satu satunya alasan kami para lelaki ini bekerja dengan keras adalah untuk keluarga tercinta, maka tanpa memikirkan yang lain saya bekerja sekuat tenaga sesuai dengan kemampuan yang saya punya di atas rig, banyak suka dan duka memang, tetapi itu adalah harga yang harus di bayar sebagai akibat dari tanggung jawab kita sebagai seorang pekerja yang bekerja untuk mendapatkan upah yang akan dipakai untuk memenuhi kebutuhan hidup.








Bang mau tanya, anda kerja di situ dgn latar blkg pndidikan apa ? Klo ngga ada, trus awalnya kerja di situ dari mana ? Teman yg manggil ? Awalnya sebagai apa di situ ?
BalasHapusLaee jadi Radop kah disana, syarat" jadi radop untuk offshore apa saja lae, terima kasih infonya.
BalasHapus